Sunday, March 22, 2015

Penulisan Ke-3 IBD (Ilmu Budaya Dasar)



Nama        : Razna Razali
Kelas         : 1TA01
NPM         : 18314974
Tugas        : Ilmu Budaya Dasar (Penulisan Ke-3)

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN




Hubungan Atau Kaitan Manusia
Dengan Ilmu Budaya Dasar

pengertian ilmu budaya dasar adalah suatu usaha pendidikan yang memusatkan perhatian pada pengembangan pemikiran dan perasaan mahasiswa berkenaan dengan gejala-gejala budaya serta hakekat dan harkat manusia.Setelah mempelajari ilmu budaya dasar, mahasiswa diharapkan dapat memperlihatkan atau memberikan contoh kepada masyarakat/mahasiswa lainnya.

Ilmu budaya juga terdapat pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaannya.


Minat dan kebiasaan yang menyelidiki apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya maupun di luar lingkungannya. Dan juga harus mempunyai kesadaran akan nilai yang di anut serta bagaimana menghubungkan nilai-nilai yang di anut dalam kehidupan manusia sehari-hari. Terutama keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut dalam dirinya masing-masing.

Dalam mempelajari Ilmu Budaya Dasar ini yang menyangkut tentang hubungan atau ikatan dengan Ilmu Budaya Dasar ini, mahasiswa harus lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusian dan budaya serta betanggung jawab terhadap masalah tersebut.

Manusia juga harus menyadarkan, bahwa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpti terhadap nilai-nilai yang hidup pada masyarakat itu sangat penting. Seperti contohnya mendukung dan mengembangkan kebudayaan dengan sendiri dan kreatif.

Monday, March 9, 2015

TUGAS IBD KE 2



Nama        : Razna Razali
Kelas         : 1TA01
NPM         : 18314974
Tugas        : Penulisan Ke 2 (Ilmu Budaya Dasar)
Fak            : Teknik Sipil Dan Perencanaan (Depok)



Hakekat Manusia

Hakekat manusia adalah keistimewaan ciptaan  dari Allah swt yang diberikan kepada manusia. Keistimewaannya adalah kemampuan berfikir yang berbeda dari mahkluk jenis lainnya. Kemampuan seperti itulah yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia, agar manusia mempergunakannya untuk mendalami hakikat dirinya sebagai manusia. Untuk berfikir hal-hal yang positive. Tidak untuk memikirkan hal-hal sesuatu diluar dirinya (hal-hal negative).

Hakekat manusia dapat disimpulkan bahwa manusia, dapat berfikir lebih cerdas karena memiliki nalar yang cukup tinggi atau bisa disebut nalar intelektual. Karena dengan nalar tersebut manusia dapat membedekan mana yang baik, mana yang buruk. Dan mana yang salah, mana yang benar.

Manusia perlu mengenali hakekat dirinya. Sebab akal yang akan mereka gunakan akan menjurus ke hal-hal yang positive. Seperti menjaga dan melestarikan alam yang sealu dikendalikan dengan iman yang kuat. Agar mereka pun mampu mengenal siapa yang menciptakan mereka dan alam semesta ini.

Manusia adalah makhluk yang terbatas. Mereka masih dikendalikan oleh sang maha penciptanya. Sifat atau kelakuan baik buruknya mereka tergantung dari pribadi masing-masing, bagaimana mereka mengendalikan dan mengontrol hawa nafsu mereka. Sebagaimana mereka harus selalu menjaga imannya sekuat-kuatnya.

Karena hakekat manusia terdapat dari dua sudut pandang. Pandangan umum dan pandangan islam. Sebagaimana jika dipandang oleh umum manusia harus berfikir secara intelektual. Dimana iya harus berbaur dan mengenali semua ciptaan Allah swt. Jika dipandang oleh agama islam, manusia tersebut harus memiliki akal fikiran yang sehat. Sebagaimana agar tidak ada hal-hal negative yang tertanam dalam jiwa kita. Karena manusia itu adalah mahkluk yang terbatas.

Sunday, March 8, 2015

Tugas IBD




             PENULISAN

Budaya Aceh
             Untuk Kaum Wanita

Disusun untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar
        http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/1/19/Logo_Gunadarma.jpg
   
    Razna Razali
      18314974
          1TA01
Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan
                      Teknik Sipil
                          Depok
 







Ilmu Budaya Dasar

Budaya Aceh untuk wanita

Aceh adalah sebuah kota yang berada pulau Sumatera dan terletak paling timur Indonesia. Aceh terkenal akan budayanya yang kental dengan agama Islamnya. Seperti misalnya penggunaan pakaian. Penggunaan pakaian atau gaya berpakaian orang Aceh tidak boleh mencolok dan tidak membentuk badan. Budaya seperti inilah yang dipertahankan oleh orang-orang aceh.

Budaya sendiri memiliki arti suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya juga memiliki arti suatu system gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan belajar.

Budaya yang dipertahankan berikutnya adalah duduk di motor harus posisi miring untuk wanita. Hal ini bermaksud untuk menghindari agar pria yang memboncengi wanita tidak sampai menyentuh atau berkenaan. Ini berlaku untuk wanita yang belum menikah atau wanita yang dibonceng dengan bukan muhrim.

Pada wanita di aceh, setiap wanita wajib memakai jilbab/kerudung yang tidak terlalu pendek atau menutupi dada. Pemakaian jilbab/kerudung pada umumnya disana tidak dibentuk-bentuk dan harus menutup aurat.

Maka dari itu, kita harus mempertahankan budaya yang baik untuk hidup kita. Selagi itu baik, kita boleh untuk melestarikan budaya tersebut. Budaya seperti ini dimaksudkan untuk melindungi wanita dari lawan jenis yang tidak bertanggung jawab dan melaksanakan sunnah.